Anak Harus Diajarkan untuk Menghargai Petani


Medan, (Analisa)
Ketua Yayasan Ekosistem Lestasi (YEL) dr Sofyan Tan mengatakan, menjadi petani itu tidak mudah. Maka anak-anak harus diajarkan untuk menghargai petani.
Hal ini dikatakan dr Sofyan Tan kepada Analisa, Minggu (27/2) di kantornya usai menerima kunjungan para pelajar di demplot YEL di desa Timbang Lawan kabupaten Langkat akhir pekan lalu.
Selama ini kata Sofyan Tan para pelajar hanya tahu beras yang mereka makan berasal dari padi. Padi itu dihasilkan oleh para petani. "Namun mereka tidak tahu bagaimana proses menghasilkan padi yang membutuhkan waktu lama melalui berbagai tahap," ujar mantan calon Walikota Medan ini.

Add caption
Karena itu kata Sofyan Tan merupakan langkah yang sangat baik jika para pelajar itu diajak secara langsung untuk melihat bahkan tidak hanya sekadar melihat tapi turun langsung mempratikkan bagaimana mengolah tanah, menanam padi, membuat pupuk organik, menyiangi rumput dan sebagainya hingga panen.
"Kondisi dari tahap-tahap itu semua bisa dilihat dan dipratikkan secara langsung di demplot milik Yayasan Ekosistem Lestari di desa Timbang Lawan kabupaten Langkat," Sofyan Tan.
Jika para pelajar tahu betapa sulitnya menjadi seorang petani maka kata Sofyan Tan, mereka akan menghargai sebutir nasipun dan mereka tidak akan menyia-nyiakan nasi yang tersisa di piring.
Pengalaman baru
Para pelajar yang turun langsung ke lapanganpun merasakan manfaatnya seperti yang disampaikan Beatrice Sandra Margaretha, secondary two Singapore Internasional School. Ia mengatakan, mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan ini. "Saya akhirnya tahu proses kerja dari seorang petani untuk menghasilkan tanaman serta bagaimana proses pembuatan tanaman tanpa bahan kimia," ujarnya.
Siswa lainnya, Jessica juga mengatakan hal yang sama. Ia mengaku sangat menikmati turun langsung ke lapangan. Meski tertarik dengan cara kerja pertanian,tetapi ia tidak berniat menjadi petani karena proses kerjanya yang cukup sulit.
Sementara salah guru pendamping Elena Cruz Chichioco mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu cara pihak sekolah untuk mengenalkan para siswa tentang sumber daya alam yang ada di Indonesia terutama di Sumatera Utara. Apalagi kebanyakan para siswa menghabiskan waktunya di daerah perkotaan.
Ia menambahkan, setelah kunjungan ke lapangan ini, para siswa akan diminta untuk mempraktikkan ilmu pengetahuan yang didapat di lingkungan sekolah. "Pulang dari sini, para siswa akan kita minta untuk mempraktikkan proses penanaman tanaman organik, dan merawatnya hingga bisa dipanen. Setelah itu,nanti hasilnya akan dipresentasikan di depan orang tua murid" ujarnya.
Selain belajar dan mengenal lingkungan di demplot, para siswa pada kesempatan yang sama juga mengunjungi Ecolodge, penginapan ramah lingkungan yang juga dikelola Yayasan Ekosistem Lestari. (rrs)

Share this article :

0 komentar:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Seputar kapung HIjau, lingkungan dan pertanian - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger